Tuesday, 29 September 2015

Indo'mu............

Imam Adz-Dzahabi rahimahullaah, beliau berkata dalam kitabnya Al-Kabaair,

Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan, seolah-olah sembilan tahun.

Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya.

Dia telah menyusuimu dari putingnya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu.

Dia cuci kotoranmu dengan tangan kirinya, dia lebih utamakan dirimu dari padadirinya serta makanannya.

Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu.

Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu.

Seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suaranya yang paling keras.

Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlak yang tidak baik.

Dia selalu mendo’akanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.

Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu.

Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar.

Engkau puas minum dalam keadaan dia kehausan.

Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu.

Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat.

Berat rasanya atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah.

Engkau kira ibumu ada di sisimu umurnya panjang padahal umurnya pendek.

Engkau tinggalkan padahal dia tidak punya penolong selainmu.

Padahal Allah telah melarangmu berkata ‘ah’ dan Allah telah mencelamu dengan celaan yang lembut.

Engkau akan disiksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu.

Allah akan membalas di akhirat dengan dijauhkan dari Allah Rabbul ‘aalamin.

(Akan dikatakan kepadanya),

ذَلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ يَدَاكَ وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ

“Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya”. (QS. Al-Hajj : 10)

(Al-Kabaair hal. 53-54, Maktabatush Shoffa, Dar Albaian)

Friday, 21 August 2015

HANTU bugis yang terancam PUNAH

Banyak kisah hantu sewaktu kita kecil yang sering diceritakan turun temurun dari mulut ke mulut, menakut – nakuti anak kecil supaya tidak nakal, supaya berkumpul dirumah sebelum saat magrib tiba, serta tidak keluyuran lagi bila malam. Jenis-jenis Hantu di Sulawesi Selatan layaknya hantu-hantu yang lebih terkenal melalui film, uji nyali dan lain-lain. hantu-hantu semasa kita kecil dulu terancam punah, terdegradasi, tereliminasi, terdiskriminasi, tidak dapat berkompetisi dengan hantu- hantu popular sebagai selebritis di tv layaknya pocong, tuyul serta kuntilanak. :D

Saya coba mengingat satu persatu hantu – hantu tersebut, memikirkan kembali imaginasi masa kecil yang terbentuk dari cerita orang – orang dahulu, walau sungguh saya belum pernah menjumpainya tapi malla-malla tonja, (ada juga rasa takut). Beberapa hantu yang dimaksud antara lain:

1. bombo petong
bombo petong digambarkan bermuka buruk, hitam serta senantiasa menghuni tempat- area gelap. anak kecil umumnya di takut- takuti dengan bombo petong bila akan ke area yang gelap ” onroko, engkatu bombo petong” yang artinya “awas, ada bombo petong”.

2. dongga/ setan longga
Dongga/setan longga digambarkan sebagai hantu dengan tubuh berupa bayangan hitam yang amat tinggi, dapat setinggi pohon kelapa. hobbynya menyembunyikan anak kecil sesudah malam tiba. anak yang disembunyi mungkin saja ada di lingkungan rumah namun tidak dapat dipandang oleh orang yang mencarinya. Anak- anak yang di culiknya di beri makan kaki seribu, cacing serta binatang menjijikkan yang lain serta anak- anak melihatnya sebagai gula-gula/permen.

3. Asu panting
Asu panting yaitu serigala versi bugis, dia mempunyai kekuatan lari yang amat cepat, dua kaki depannya lebih pendek dari kaki belakangnya. bila orang bugis masa dulu lihat kangguru tentu segera mengklaim asu panting. tak ada orang yang dulu bertemu langsung dengan asu panting ini, orang cuma dapat mendengar lolongannya yang khas waktu malam. yang beresiko dari asu panting yaitu bulunya yang berguguran, bulunya amat halus hingga tdk dapat tampak oleh mata, bila kita menginjak bulunya maka kaki kita dapat bengkak serta susah untuk sembuh. orang di kampung yang lihat kaki orang diabetes tentu mengklaim telah injak bulu asu panting.

4. Parakang
Parakang yaitu manusia yang mempunyai pengetahuan siluman baik didapat dikarenakan salah studi pengetahuan kebatinan atau yang didapatkan dari keturunan. Parakang amat beresiko untuk anak kecil atau ibu- ibu yang tengah melahirkan dikarenakan adalah makanan kegemarannya. Tanda- sinyal orang yang diisap parakang yaitu sakit perut, keluar darah waktu buang air, bila tidak tertolong dapat meninggal. Parakang dapat merubah dirinya menyerupai binatang atau benda. terkadang berwujud layaknya kucing yang tidak mempunyai ekor, angsa putih, area ayam mengeram ( ampoti ), bila lari dia dapat jadi bayangan putih yang memanjang. didalam situasi beralih bentuk layaknya itu, jasad manusianya ( parakang ) terus dirumah didalam situasi tertidur, jiwanya yang jalan ke sana kemari, bila kita memukul jiwanya yang berwujud hewan, maka jasadnya yang dirumah dapat kesakitan. cerita perihal parakang kelihatannya sukar untuk dilupakan, dikarenakan masyarakat bugis tetap amat mempercayainya. Satu lagi yang paling khas di telinga kita mengenai ciri-cirinya adalah matanya yang merah dan sering jongkok di pinggir selokan/got.

5. Poppo
Poppo sejenis dengan parakang tetapi perbedaannya yaitu poppo dapat terbang dengan menaruh isi didalam tubuhnya dirumah. yang diincar oleh poppo yaitu orang sakit yang telah kronis. walau sejenis dengan parakang, orang yakin bahwa keduanya tidak akur, hingga tempat yang banyak dihuni poppo tidak dihuni parakang. Konon suara khas poppo jika kita mendengarnya kecil, maka bisa jadi dia dekat dan bila suaranya kita dengar keras, posisinya jauh dari kita.
Itulah beberapa Jenis-jenis Hantu di Sulawesi Selatan yang terkikis bersamaan berjalannya waktu. apa lagi anak – anak kecil didaerah Sulawesi selatan telah sering melihat hantu di televisi yang tidak sama dengan cerita masyarakat dan makin jarang juga disebutkan sekarang.

(Tulisan ini disadur dari blog ahli perhantuan hahaha...)

Thursday, 20 August 2015

IYYA TEPPAJA RISAPPA

Iyya teppaja risappa...
Unganna panasae...
Belona kanukue...

Bettuanna ada:
Iyya teppaja risappa (riewa mappadaurane')...
Tau malempu'e (unga panasa = lempu)...
Sibawa tau mapaccing'nge (belo kanuku = paccing), mapaccing atinna, mapaccing pangkaukenna...

Terjemahan dalam Bahasa Indonesia:
Yang tidak akan pernah berhenti untuk dicari adalah sahabat yang jujur, bersih hati dan perbuatannya...

Wednesday, 19 August 2015

PAPPASENG TO MATOWA

Ada-ada To Riolo yang merupakan nasihat orang tua kepada anaknya :

1.MAUNI COPPO' BOLANA GURUTTA' RIUJA MADORAKAMONI'
Artinya : Walaupun bubungan atap rumah Guru yang dicela, maka kita pun berdosa.
FungsI : Agar anak senantiasa menghormati Gurunya.
Nilai : Pendidikan akhlak.

2.AJA' MUOPPANG NASABA MATEI MATI INDO'MU
Artinya : Jangan Engkau tidur tengkurap/ meniarap, nanti mati ibumu.
Fungsi : Supaya anak menghentikan kebiasaan yang merugikan dirinya yakni bisa berakibat sesak nafas
Nilai : Pendidikan kesehatan.

3. NAREKKO PURANI RIACCINAUNGI PASSIRING BOLANA TAUWE TEMPEDDINNI RINAWA-NAWA MAJA
Artinya : Kalau kita sudah berteduh dibawah atap rumahnya seseorang, sudah tidak boleh lagi
dibenci (diusahakan ia binasa).
Fungsi : Supaya anak tahu menghargai budi orang lain.
Nilai : Pendidikan akhlak

4. AJA MULEU RI TANAE, KONALLEKKAIKO MANU-MANU MATEITU INDO'MU
Artinya : Jangan kamu baring ditanah, karena kalau ada burung melewatimu ibumu akan mati.
Fungsi : Supaya anak jangan mengotori dirinya.
Nilai : Pendidikan kesehatan.

5. AJA MUALA AJU PURA RETTE' WALIE NAKOTENNA IKO RETTE'I, AJA' TO MUALA AJU RIPASANRE'E, KOTENNA IKO PASANREI
Artinya : Jangan kau ambil kayu yang sudah dipotong ujung dan pangkalnya. Dan jangan pula engkau ambil kayu yang tersandar, kalau bukan kau yang sandarkan.
Fungsi : Supaya anak tahu menghargai hak orang lain.
Nilai : Pendidikan kejujuran.

6. AJA MUINUNG TETTONG, MALAMPEI LASOMU
Artinya : Jangan minum berdiri, nanti panjang kemaluanmu.
Fungsi : Supaya gelas tidak jatuh/pecah.
Nilai : Memelihara keselamatan barang.

7. AJA MUNAMPUI TANAE, MATARUKO
Artinya : Jangan menumbuk tanah, karena kamu bisa jadi tuli.
Fungsi : Supaya anak tidak mengotori dirinya sendiri.
Nilai : Pendidikan kebersihan.

8. NGOWA NA KELLAE, SAPU RIPALE PAGGANGKANNA
Artinya : Loba dan tamak, berakibat kehampaan.
Fungsi : Supaya anak tahu mensyukuri yang ada (sedikit tapi halal).
Nilai : Pendidikan untuk menghormati hak orang lain (tidak serakah)

9. AJA MUANRE TEBBU RI LEUREMMU, MATEI INDO'MU
Artinya : Jangan makan tebu ditempat tidurmu, akan mati ibumu.
Fungsi : Supaya anak tidak kotor, dan dikerumuni semut.
Nilai : Pendidikan kebersihan.

10. RICAU AMACCANGNGE, RIABBIASANGENGNGE
Artinya : Kalah kepintaran dari kebiasaan atau pengalaman.
Fungsi : Supaya anak rajin membiasakan diri belajar.
Nilai : Pendidikan kepatuhan.

11. Aja Muakkelong Riyolo Dapureng, Tomatowa Matu Muruntu’
Artinya : Jangan menyanyi di muka dapur, jodohmu nanti orang tua.
Fungsi : Supaya anak tahu menempatkan sesuatu pada posisinya masing-masing.
Nilai : Pendidikan ketertiban.

12.GETTENG LEMPU ADATONGENG
Artinya : Tegas, jujur serta berkata benar.
Fungsi : Supaya anak teguh pada pendirian,,jujur, dan berbudi bahasa yang baik.
Nilai : Pendidikan mental.

13. Aja Mubuangi Sanru’e, Maponco Sunge tauwe.
Artinya : Jangan menjatuhkan sendok, kita pendek umur.
Fungsi : Supaya sendok tak jatuh kotor.
Nilai : Pendidikan kebersihan.

14. Komuturusiwi Nafessummu, padaitu mutonanginna lopi Masebbo’E.
Artinya : Kalau kamu menuruti nafsumu, sama saja engkau menumpang perahu bocor.
Fungsi : Kalau tidak tahu mengendalikan diri, pasti binasa.
Nilai : Pendidikan untuk mengendalikan diri (amarah).

15. Engkatu Ada Matarengngi Nagajangnge.
Artinya : Ada perkataan lebih tajam dari keris.
Fungsi : Supaya anak memelihara selalu bahasanya kepada orang lain.
Nilai : Pendidikan akhlak.

16. Naiyya Balibolae, Padai Selessurengnge.
Artinya : Adapun tetangga itu sama dengan saudara.
Fungsi : Supaya kita menghormati tetangga.
Nilai : Pendidikan akhlak bermasyarakat.

17. Aja Mutudang risumpangnge, Mulawai dalle’E.
Artinya : Jangan duduk dimuka pintu, kau menghambat rezeki.
Fungsi : Supaya anak tidak menghalangi orang yang mau lewat.
Nilai : Pendidikan Tatakrama.

18. Rekko Mupakalebbi’i Tauwe, Alemutu Mupakalebbi.
Artinya : Kalau kamu memuliakan orang, berarti dirimulah yang kau muliakan.
Fungsi : Agar anak senantiasa memuliakan dan menghargai orang lain.
Nilai : Pendidikan Tatakrama.

19. Aja’ Muasseringangngi Pale’mu, Sapu ripalekko.
Artinya : Jangan jadikan sapu telapak tanganmu, nanti kamu hampa tangan.
Fungsi : Supaya anak jangan mengotori tangannya, dan bisa kena benda tajam.
Nilai : Pendidikan kebersihan.

20. Aja Mutudangiki angkangulungnge, malettakko.
Artinya : Jangan menduduki bantal, nanti kau kena bisul.
Fungsi : Agar anak tidak merusak alat tempat tidur.
Nilai : Pendidikan untuk tetap memelihara peralatan.

21. Anreo Dekke inanre, Namalampe Welua’mu.
Artinya : Makanlah Nasi yang hangus pada dasar periuk supaya panjang rambutmu.
Fungsi : Membuat anak mau saja makan nasi yang tidak baik (hangus).
Nilai : Pendidikan pembiasaan anak tidak mubazir.

22. Resopa Natemmangingngi, Malomo nNletei Pammase Dewata
Artinya : Hanya kerja disertai ketekunan, mudah mendatangkan rezeki Tuhan.
Fungsi : Agar anak tidak malu bekerja keras untuk mendapat rezeki.
Nilai : Pendidikan kerajinan dan ketekunan.

23. Naiyya Olokolo’E Tuluna Riattenning, Naiyya Tauwe Adanna Riattenning.
Artinya : Kalau binatang, talinyalah yang dipegang, kalau manusia perkataannya yang dipegang.
Fungsi : Agar anak konsisten dapat menepati perkataannya.
Nilai : Pendidikan kejujuran (akhlak).

24. Cicemmitu tauwe Tai ri lalengnge, Idi’na sini riaseng.
Artinya : Sekali kita berak di jalan, maka kitalah yang selalu dituduh.
Fungsi : Jangan sekali-kali kita berbuat yang tidak baik, karena selalu kitalah yang dituduh kalau ada perlakuan yang sama.
Nilai : Pendidikan anak jangan melakukan yang buruk.

25. Panni’na manue muanre, Malessiko lari.
Artinya : Sayapnyalah ayam yang kau makan, jadinya kau kuat lari.
Fungsi : Supaya anak tidak manja dalam memilih makan.
Nilai : Pendidikan agar anak tidak membuat masalah terhadap makanan keluarga.

26. AJA MURENNUANGNGI ANU DEE RI LIMAMMU
Artinya : Janganlah engkau terlalu mengharapkan apa yang belum ada pada tanganmu.
Fungsi : Supaya tidak terlalu berani mengharapkan barang (uang) yang belum tentu didapat (hari) itu.
Nilai : Peringatan agar tidak meremehkan janji, sampai salah jadinya.

Monday, 17 August 2015

Aga riaseng MARADEKA ?

“Naiyya riasengnge Maradeka,

Tellumi pannessai:

Seuwani, tenrilawai ri olona.
Maduanna, tenriangkai' riada-adanna.
Matellunna, tenri atteangngi lao maniang,
lao manorang, lao orai, lao alau,
lao ri ase, lao ri awa”

Terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia :

“Yang disebut merdeka,
Hanya tiga hal yang menentukannya:

Pertama, tidak dihalangi kehendaknya.
Kedua, tidak dilarang mengeluarkan pendapat.
Ketiga, tidak dilarang ke selatan,
ke utara, ke barat, ke timur,
ke atas dan ke bawah.


Inilah hak-hak kebebasan menurut Orang Bugis yang termaktub dalam lontara "Sukku'na Wajo"

Friday, 7 August 2015

Pananrang Toriolo

Bangsa bugis seperti halnya bangsa-bangsa di dunia memiliki semacam kepercayaan atau keyakinan yang dijadikan sebagai pegangan atau petunjuk hidup dalam melakoni hidupnya. Tidak dapat dipungkiri, bahwa dalam era globalisasi sekarang ini disamping menyandarkan hidup kepada Allah Yang Maha Esa  masih sering didapati di tengah-tengah kehidupan masyarakat Bugis mempercayai sesuatu tradisi budaya yang dianggapnya dapat dijadikan sebagai petunjuk atau pananrang atau rapang dalam kehidupannya. Percaya atau tidak ? Berikut ini kami haturkan untuk Anda.

1.  Petunjuk Dasar Hidup dan  Petunjuk Waktu yang biasanya dipakai ketika kita akan memulai sesuatu :


2) Panessayangngi Harasiayana  Ompona Ulengnge :

   3  ompona ulengnge. nari passuna Neneta Adam AS. pole ri Suruga.
   5  ompona ulengnge natelleng lopinna Nabi Nohong AS. ri tengnga tasi’.
   12 ompona ulengnge naritunu Nabi Ibrahim AS. pole Namrutz rajana kapere’e.
   16 ompona ulengnge naribuang Nabi Yusupu AS. noo ri bubungnge pole ri daengna.
   21 ompona ulengnge narilanti’ Fir’aun puangna kapere’e.
   24 ompona ulengnge naemme’i bale Nabi Yunus AS. ri tengnga tasi’e
   25 ompona ulengnge nakenna tikka Tanah Arab pitu taung ettana, anana’mi nabalu’ naengka nanre.
     
3) Panessaiyangngi Esso Natuju Muharram :

   Senin         :   Maega dalle’, maega bosi namaega anging.
   Selasa        :   Makurang bosi, maega anana’ jaji namalessi taue runtu’ abala.
   Rabu          :   Mompo masagalae, serrangng, maega tau masolang agaganna nasaba’ mabbettui bulue.
   Kamis         :   Maega ricu, maega bosi, masussai pemerintahangnge, menre’ maneng angke’na agagae.
   Jumat         :   Biasa taue mpunoi baenena, makanja’ assele’na taneng-tanengnge.
   Sabtu         :   Maega bosi, biasa kedo tanae namaega dalle’.
   Minggu        :  Makanja’i taneng-tanengnge, makurang wassele’.

4) Pananrang Ompona Ulengnge.
1 ompona ulengnge (esso nyarang). Majai yappanoreng bine, isaureng tennung iyare’ga yappatettongeng bola.
2 ompona ulengnge (esso jonga). Anana’ jaji mawijai, agi-agi ripegau madeceng manengngi, madeceng rilaongeng sompe’, madeceng     rilaongeng mamusu, pakalaki’.
3 ompona ulengnge (esso singa). Maja yappabbottingeng, yattanengeng, yappatettongeng bola, yappanoreng bine, yattanengeng,     rilaongengngi runtukki’ lasa.
4 ompona ulengnge (esso meong). Najajiangngi ana’ oroane madeceng, madeceng yappanoreng bine, yappammulang balu’-balu’,   yappabbottingeng sibawa yattanengeng.
5 ompona ulengnge (esso tedong). Rekko nakennaki lasa maladde’i, agi-agi ripugau maja manengngi ritu, anana’ jaji madorakai.   Wettu natelleng lopinna Nabi Nohong AS.
6 ompona ulengnge (esso balao). Madeceng rilaongeng sompe’, yappabbottingeng, yangelliang olo’-kolo’, nenniya yappanoreng bine.
7 ompona ulengnge (esso bale). Maja tomminreng, nakennaki’ lasa maladde’i, madecengmi yonroi mebbu parewa pakkaja.
8 ompona ulengnge (esso saping). Medeceng yappabbottingeng. Rekko ateddengengngi’ masitta’ moi iruntu’.
9 ompona ulengnge (esso asu). Rilaongengngi wanua runtukki’ abala, maja yappatettongeng bola iyakkiya madeceng yonroi   massinge’.
10 ompona ulengnge (esso naga). Najajiangngi ana’ mancaji ana’ maupe’ namasempo dalle’, nakennaki’ lasa magatti’mui paja,    makessing rilaongeng sompe sibawa matteppang bibi’ ri pangempangnge.
11 ompona ulengnge (esso macang). Madeceng rilaongeng wanua, yenrekeng mekkah, yappammulang balu’-balu’, makessing narekko    engka anana’ jaji masempo dalle’.
12 ompona ulengnge (esso nyarang). Madeceng rilaongeng makara-kara ri kantoro’e pakalaki’, madeceng riyabbolang iyare’ga    yappammulang balu’-balu’.
13 ompona ulengnge (esso gajah). Agi-agi rijama maja manengngi ritu, laoki’ ri wanua runtuki’ lasa karing.
14 ompona ulengnge (esso saping). Madeceng yappammulang balu’-balu’, yappatettongeng, yappabbottingeng, rekko malasaki’    masitta’ paja. Esso najajiangengnge Nabi Sulaiman AS.
15 ompona ulengnge (esso bembe’). Maja yappatettongeng bola tennasalai lasa bolata sibawa rilaong wanua naiyakia anana’ jaji    makanja’ tapi matengnge’ totona kawing / botting
16 ompona ulengnge (esso bawi). Madeceng yonroi taneng anu lorong-lorong, agi-agi rijama maja maneng ritu, madeceng toi yonroi    mebbu sipu doi (tabungeng).
17 ompona ulengnge (esso jarakania). Madeceng rilaongeng sompe’, madeceng rilaongeng madduta, rilaoang tau mapparentae,    malasaki’ magatti’ paja sibawa ateddengeki’ magatti’ iruntu’.
18 ompona ulengnge (esso saping). Madeceng rilaongeng sompe’, jajiang ana’ makessing rupa. Esso ri ebbuna majanna ulengnge.
19 ompona ulengnge (esso ceba). Madecengngi yappammulang balu’-balu’, rilaoang wanua rekko  najajiang ana’ masempo dalle’i.
20 ompona ulengnge (esso walli). Madeceng rilaoangeng madduta itarimaki’ Insya Allah, najajiangngi anana’ malampe sunge’i,    masempo dalle namanyameng kininnawa toi lao ri padanna ripancaji. Iyana esso najajiangngi Nabi Ismail AS.
21 ompona ulengnge (esso macang). najajiangi anana’ madorakai ri Puangnge, maja yappabbottingeng naiyakkiya madeceng    yappammulangeng lanro bessi.
22 ompona ulengnge (esso tau). Esso ripancajinna malaeka’e, madeceng rilaoangeng sompe’, rilaongeng mammusu pakalaki’, idi’    rilaoi rikalaki’, agi-agi rijama madeceng maneng rekko malasaki’ masitta’mui paja.
23 ompona ulengnge (esso ula). Madeceng riappatettongeng bola, yappabbottingeng, yappasangeng belle, maja yappanoreng bine,    madeceng yonroi melli pakeang namasitta’ tattamba.
24 ompona ulengnge (esso pari). Maja yappabbottingeng maponco’i, madeceng yonroi lati arung, esso najajiangnge Fir’aun, natoa’i    bale Nabi Yunus AS. maja narekko anana’ jaji.
25 ompona ulengnge (esso nyarang). Maja rilaoang sompe’ mateki’ rilaotta, riappabbottingeng maponco’i, majai rilaoang mabbalu’,    esso najajiangngi Iblis, najajiangngi anana’ madorakai.
26 ompona ulengnge (esso serra’). Madeceng rilaoang sompe’, riangelliang, yappabbottingeng rekko najajiangngi anana’ malampe    sungei.
27 ompona ulengnge (esso uleng). Najajiangi anana’ maraja taui ri padanna ripancaji ri Puangnge, makessing riappanoreng bine    sibawa mabbalu’-balu’.
28 ompona ulengnge (esso kalapung). Madeceng yonroi mebbu parewa pakkaja, rilaoang, yappabbottingeng sibawa    yattaneng-tanengeng.
29 ompona ulengnge (esso ati). Makessing rilaoang madduta, sompe’ cabigi, najajiangngi anana’ pallasa-lasangngi.
30 ompona ulengnge (esso panning). Madeceng yappammulang dangkang, mattaneng-taneng, narekko rilaoangi wanua wettu assara’pi,    najajiangi anana’ matinului pigau’ pasuroanna Allahu Ta’ala nenniya duae pajajianna. Iyana wettu ripancajinna esso wennie.

5. Lontara’ Tuntungeng Sempajang.

1. Mappalebba  Sujjadang

   “Tubuku sempajang, atikku massempajang, nyawaku bawa sempajang, tajakku naletturi sempajang".
   Nia’na (Usallina)
   “Muhammad sabbika’, jibrilu palettukennga ri Allahu Ta’ala”, nappa ribaca nia’ (sallina) sempajangnge.
   Riyolona ribaca “allahu akbar kabiran”, ribacai riase’ inappai ribaca Al-Fatihah. Ri wettu mabbere selleng ribacai “Muhammad    ri ataukku Jibrilu ri abioku”.

2. Suke’ Bola Makanja’e atau Magelloe

   “Suke’i suke’ta wali-wali, isuke’i ulu susutta wali-wali, isuke’i edda’ta wali-wali”.

3. Baca Mattunu Dupa.

   “Lapaisseng asemmu batu langi muteppa ritaue, nariaseng dupa asemmu muteppa ritanae, nariaseng lapalettu, paletturengnga       rianu (nama yang ditujukan)

4. Baca Mattimpa’ Tange’

   “Utimpa’ tange’ku upasitimpa’ tajanna linoe, Oo Puakku pompo’i matanna essoe pasiomporengnga dalle’ku sangadi matengnge’i    menre’ matanna essoe namatengnge’to dalle’ku”.

5. Baca Mattaro Dui

   “Yarase’ asemmu dui, lapaulle ambo’ indo’mu utaro kassara’mu warekkeng alusu’mu, Nurung mattaro, Muhammad tambai, Allah    Ta’ala pabbarakka’ko, upasitako seppulo juta ettana sitaung welliakko anu, ucera’ko anu, tawana waie utang”.
       
6. Baca Mappalao Dui.

   “Ee Yarase’, Muhammad palaoi kassara’mu nalao rupa dui, kutaro tawana apie, angingnge, upalao ee yarase’ tellu mpennino ri    laomu mulisu ri alusu’mu”.
        
7. Baca Mattaro Bare’

   “I Deceng asemmu berre’, ibumbu ola’ ipenno asemmu pabbaresseng, walu malako, malaikat tambaiko, mettipiro uwaina tasi’e    nametti pabbaressekku’, leppappi ola’e naleppang olakku”.
        
8. Baca Mattaneng-taneng.

   “Kung mappalla’, kung mappamula noko mulessi menre mupenno, duppai topole panguju tollao puana’ko La Baco’ nennia Becce’.    Amin Yaa Rabbal’alamin”.
   
10.Baca Matteppang Bibi’ Ripangempangnge

   “Nabi Hedare’ nabimmu uwaie, I Mallebbang asemmu wai’ kung masse’ asemmu tana, kung mappamula, kung ipammulai, muallise    muenre mupenno. Alhamdulillah Sultanika”.
   
11.Baca Mabbukka Balu'-Balu'

   “Ujala pasa, ujala pappasa, golla pangelli, bere-bere lessi mabbalu namalessi pangallie".
  
Baca Mappiara Olo’–Kolo’.

   “Senge’ asemmu olo’-kolo’, api pabbijako,wai pajokoko, anging padisingiko, tana pakkianakiko, karna Allahu Ta’ala.    Kun-fayakun”.

6. CATATAN

    Pitu Massenreng Pulu, Eppa Massumpang Minanga iyanaritu :

    (SYECH YUSUF, LANSIRANG, ARUNG PALAKKA, KH. HARUN, PETTA BARANG, IMAN LAPEO,  Dt. SANGKALA)

1. MATASE RI SANGNGALLA’
2. PAJUNGNGE RI LUWU
3. MANGKAU’ RI BONE
4. SOMBAE RI GOWA
5. DATU RI SOPPENG
6. ARUNG MATOAE RI WAJO
7. ADDATUANGNGE RI SEDENRENG
8. BAKKA-LOLOE RI SAWITTO
9. ORIKKORINGNGE (PASSIRING)
10.  MARADDIAE (TANA MENRE’)
11.  TEMKAKAE (MAMUJU)
12.  SALEWATANGNGE (BUTUNG)
13.  SAMPARAJAE (TANA KAILI)


Monday, 9 June 2014

Igatosi...

Igatosi ko tennia pada idi..
To masselessureng
To sikampong
Seddi wanua? ?
To sirampe deceng
To masseddi...!!!
Ikkeng maneng wija to manurung
Pajung ri luwu
Somba ri gowa
Mangkau ri bone
Datu ri sengkang
Addatuang ri sidenreng
Idi mennang padaraneku
Idi mennang anakdarakku..
Aga musappa??
Paressai lanro alemu
Atugengkengko ri deceng e
Pasanrei ri dewata seuwwae...
Wettunnani...
Wettunnani...
Arung rioloe
Pabbicara ri tengngae
Pallempa tai ri munrie....
Idi Ugi....!!!
Idi Arung...!!!
Note:
Teruntuk saudara(i)ku,
Menyongsong perhelatan akbar
Pemilu 2014
Love for JK
Iyya arena labela
Benteng lipuna bone
"La wawi "

Monday, 16 September 2013

Batu Peroso' ure' dara (pirus urat merah)

Benda bertuah sejak ribuan tahun silam telah menjadi sumber daya tarik bagi manusia, baik di Indonesia maupun di segala penjuru jagad raya ini.
Batu Pirus adalah salah satu batu yang unik , selain masuk dalam kategori batu permata karena keindahan warna dan urat-uratnya, batu pirus juga masuk dalam kategori batu bertuah.
Khasiat atau tuah batu pirus telah tertulis di beberapa kitab suci maupun kitab-kitab hikmah, sehingga tidak mengherankan jika batu pirus ini banyak diincar dan diburu para pecinta batu di jagad raya ini.
Para pecinta bebatuan sangat mengenal betul urat-urat atau garis yang berada di batu pirus tersebut, biasanya para kalangan pencinta batu bertuah menamakannya yaitu urat emas, terkadang ada yang menamakan garis pirus daun.
Namun dalam hal urat garis yang terlihat pada bebatuan Pirus ada yang istimewa dalam garis-garis pada batu pirus tersebut yaitu garis-garis pirus yang berwarna merah, konon garis yang berwarna merah itu mempunyai harga yang sangat mahal, hal ini dikarenakan garis merah yang berada di batu itu dianggap sakral.
Pirus merupakan salah satu batu mulia yang memiliki bermacam warna dan jenis. Pada umumnya Pirus Naishabur berwarna biru muda dan Pirus Mekkah berwarna hijau daun. Namun, tak jarang ditemukan pirus berwarna hitam, putih, bahkan berwarna perak.
Para ulama Sunni maupun Syi’ah sebagian besar menganjurkan untuk memiliki Pirus. Beberapa Kubah Masjid besar di Iran sengaja dibuat dari Pirus karena memberikan efek semangat untuk beribadah pada Allah.  Wallahu A’lam Bis-Shawab...




Friday, 4 May 2012

Perbedaan Pendapat dalam ISLAM

Hal yang tidak dimililki oleh sebagian besar umat islam adalah kemampuan melihat satu persoalan secara komprehensif, objectif dan seimbang.Padahal diantara kewajiban yang harus diketahui oleh umat islam adalah untuk menjaga ukhuwah islamiyyah. Jangan sampai dalam menganalisa satu masalah, umat islam menjadi tidak bersatu dan berkurangnya benih2 keimanan dalam hati. Persaudaraan dalam islam ini merupakan unsur asasi tauhid yang menempati posisi yang penting.Meski berpotensi merusak keutuhan umat Islam, namun ada banyak faedah ikhtilaf yang bisa di petik bila rambu rambu ikhtilaf dipenuhi. Seperti yang selalu dicontohkan Rasulullah, yakni:1. Jika disertai dengan niat tulus, ikhtilaf akan memberikan banyak pengetahuan tentang dalil yang bisa dijadikan dasar berbagai aspek.2. Ikhtilaf, jika disertai dengan niat tulus, merupakan wahana untuk melatih daya nalar, saling sumbang pemikiran, membuka lahan kesempatan yang luas untuk mengetahui berbagai konsep yang hanya bisa dikejar dengan beragamnya pandangan yang muncul.3. menimbulkan banyak alternatif solusi bagi seseorang yang menghadapi sebuah fenomena tertentu. dengan beragamnya pendapat, dia akan lebih cepat dapat solusi yg tepat bagi masalahnya sesuai dengan kehendak agama yang merupakan penuntun hidup manusia.Ikhtilaf adalah jalan setiap orang yang berbeda dengan orang lain baik dari sikap dan ucapannya. Adapun khilaf cakupannya lebih umum dari sekadar berbeda, karena setiap yang berbeda pasti saling berseberangan/berselisih, sedangkan perselisihan dan perbedaan yang terjadi di antara sebagian manusia dalam ucapan mereka kadang dapat mengakibatkan pertikaian, maka di ambillah kata tersebut dengan pengertian pertikaian dan perdebatan, sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maryam:37), (Hud:118), (Adz-Dzariyat:8), (Yunus:93)Mudah2an perbedaan pendapat bisa memupuk kesuburan akal umat Islam dan mempertajam daya analisnya, bukan utuk saling menjatuhkan, meremehkan yang akan menimbulkan fitnah. Dan kita tahu bahwa perbedaan pendapat itu adalah fitrah yang mesti terjadi, namun kita harus tahu bagaimana kita mengantisipasi perbedaan tsb secara baik. Qur’an sendiri sudah menjelaskan:"Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat." [QS 11:118][Adab Ikhtilaaf fil Islam/ Prof. Dr. Thaha Jabir Al-Alwani. Pendiri SIS (School of Islamic Sciences) dan IIIT (International Institute of Islamic Thought) di Henrdon, Virginia, USA.

Resensi: ARUNG PALAKKA Pembebas Tanah BONE

Sejarah lokal Tana Bugis, tidak terlepas dari Arung Palakka. Sosok lelaki ini sampai kini masih menjadi fenomenal, terutama perannya dalam penulisan sejarah. Penilaian sejarah sosial, masih mempertentangkan peran yang dijalani di masa lalu. Pertentangan itu seputar peran yang dilakoninya, apakah dia menjadi seorang pejuang atau penghianat dalam takaran era sejarah politik di daerah ini.Dinamika sejarah lokal masa lalu menempatkan di wilayah Sulawesi,  terdapat beberapa kerajaan yang berdaulat. Kerajaan yang cukup besar termasuk di antaranya, Bone, Gowa dan Luwu. Masing-masing kerajaan di masa lalu itu berusaha memperluas pengaruh dengan menggunakan pendekatan ekonomi, sosial, politik dan senjata lewat peperangan.Buku ini merupakan kumpulan makalah dari seminar Arung Palakka yang digelar 13 tahun lalu di Kota Watampone. Nara sumber pada seminar itu,  memberi fakta sejarah sosial peranan yang dijalani Arung Palakka selama menjadi Raja Bone lantas membawa namanya selaku pembebas dari Kerajaan Bone.Rektor Universitas 45 Makassar, Prof.Dr.H.Abu Hamid, selaku nara sumber pada seminar itu mengemukakan, ikhtiar Arung Palakka dalam upaya memerdekakan Tana Bone tetap harus dijalankan dengan menempuh segala macam cara. Budi luhur yang terbit dari nurani La Tenritatta, rasa manusiawi melihat bangsanya diperlakukan tidak senonoh menjadi motivasi untuk meneruskan perjuangan.Selaku lelaki Bugis asal Bone, dia tidak ingin melihat Kerajaan Bone berada dalam kekuasaan dan dominasi kerajaan di sekitarnya. Akibatnya dia pun melakukan perlawanan dengan menempuh segala cara dan strategi.Prof Dr.Anhar Gonggong pada buku ini mengemukakan, peristiwa Perang Bone – Gowa menghadapkan Arung Palakka dan Sultan Hasanuddin, Nampak betapa tidak mudahnya posisi seorang pemimpin di tengah-tengah krisis yang berkembang.Arung Palakka dan Sultan Hasanuddin menurut Anhar, telah mempertaruhkan harga diri dan kepemimpinannya demi meraih dan mempertahankan kebebasan. Gubernur Sulsel, Amin Syam dalam sambutan buku ini mengemukakan, kumpulan makalah yang diterbitkan menjadi sebuah buku, merupakan salah satu upaya mengungkap jejak perjuangan Arung Palakka dalam membebaskan Tana  Bone dari ketertindasan.Buku ini layak dibaca bagi generasi baru yang ingin mengerti dan memahami peran sejarah yang dilakoni Arung Palakka di masa kekuasannya. Sekaligus menjadi bahan acuan dalam mengerti sejarah sosial dan sejarah politik lokal di Sulsel. (ull).    Judul Buku : Arung Palakka Pembebas Tana BoneEditor         : Muh Idris Patarai dan Moh Yahya MustafaPenerbit    : Fahmis PustakaTerbit        : 2005Tebal       : xvi + 99

Saturday, 21 April 2012

TANAMAN BERKHASIAT OBAT (part 2)


JARAK 
Ricinus communis Linn.

  • Familia : Euphorbiaceae
  •   Nama daerah :Gloah (Gayo), Lulang (Batak Karo), Kaliki (Sunda),    Tangang-tangang jara (Makassar), Peleng kaliki (Bugis), Balacai (Ternate). 
  • Bagian yang digunakan : Biji, Daun, Akar 
  • Kandungan Kimia : minyak risin, sitokrom C, enzym

Kegunaan : a. Biji     : koreng, bisul, infeksi jamur
                           b. Daun : koreng, eksim, gatal, batuk sesak
                            c. Akar   : nyeri sendi, luka terpukul
Cara pemakaian :
  1. Biji :Untuk koreng 20 biji tanpa kulit, dilumat menjadi bentuk bubur tambahkan garam secukupnya aduk rata. Tempelkan ditempat sakit 2 x sehari.
  2. Daun : Untuk bengkak, Daun segar dikukus matang, dibungkus ditempat sakit.
  3. Akar : Untuk pegal-pegal, luka terpukul dannyeri sendi, 15-30 g direbus sampai mendidih, minum setelah hangat pagi hari saat perut kosong.

KECUBUNG
    Datura metel L.

  • Familia : Solanaceae 
  • Nama daerah : Toru mabo (Nias), Kecubung (Jawa), Bulutuhe (Gorontalo), Kacubong (Makassar), Kucubu (Ternate).
  • Bagian yang digunakan : Bunga, Daun.
  •  Kandungan kimia : Alkaloid, Scopolamin, Hyoscyamin.
  • Kegunaan : Asma, Nyeri bisul, Rheumatik.

Cara pemakaian
  1. Asma : Bunga dikeringkan, dibuat sebagai rokok, asapnya dihirup.
  2. Nyeri bisul : Bunga dikeringkan dibuat jadi tepung, tempelkan pada tempat yang sakit.
  3. Rheumatik : Daun dilumat, tempelkan pada bagian yang sakit.

KUMIS KUCING
Orthosiphpon aristatus (Bl) Miq.


  • Familia : Labiatae
  • Nama daerah : Remujung (Jawa)
  • Bagian yang digunakan : Herba (Seluruh bagian tanaman)
  • Kandungan Kimia : M. atsiri, saponin, kalium, myoinositol.
  • Kegunaan : Infeksi ginjal, kencing batu, encok

Cara pemakaian
  • Untuk semua kegunaan:
    30-60 g dalam keadaan kering atau
    90-120 g dalam keadaan basah, rebus hingga mendidih, minum setelah hangat.


LIDAH BUAYA
Aloe vera L. 

Familia : Liliaceae  
  • Nama daerah : Lidah buaya
  • Bagian yang digunakan : Daun, bunga dan akar.
  • Kandungan kimia : Aloin, barbaloin, aloe-emodin, aloesin.
  • Kegunaan : Penyubur rambut, luka bakar, bisul, kencing manis, batuk rejan, syphilis, sembelit

Cara pemakaian
  1. Penyubur rambut : Daun segar dibelah ambil bagian dalam (seperti agar-agar) gosokkan dikulit kepala sesudah mandi sore bungkus dengan kain. Esok harinya rambut dicuci.
  2. Luka bakar: Daun dicuci bersih ambil bagian dalam daun dan tempelkan pada bagian yang sakit.
  3. Bisul. Daun dilumat tambah sedikit garam, tempelkan pada bisul.
  4. Kencing manis : 1 batang daun dibuang durinya, potong-potong lalu rebus dengan 3 gelas air sampai sisa 1½ gelas. Diminum 3 x ½ gelas sehari setelah makan.
  5. Batuk rejan : Daun sekitar 15-18 cm, rebus tambahkan gula secukupnya, minum.
  6. Syphilis : Bunga ditambah daging batang, rebus lalu minum.
  7. Sembelit : ½  batang daun buang kulit dan durinya, lalu dicincang seduh dengan air panas tambahkan 1 sendok makan madu, hangat-hangat dimakan, sehari 2 kali.



Thursday, 19 April 2012

osashiburi

lama tak bersua,
seperti laman ini tanpa entri baru, kehidupan kadang membuat kita melupakan yang lainnya.

laksana sepeda motor :
- pergerakan kehidupan seperti roda, ada yang bergerak cepat ada pula yang pelan. ada yang jatuh karena ban licin, ada yang angkuh krn anti slip..

dibenak hanyalah bagaimana cara instant mencapai kesuksesan, uang banyak, mobil mewah rumah gedung.. habluminnas terabaikan,, habluminallah menjadi sesuatu yang ria.. NBMZ...

berlomba-lomba pada seolah-olah kebajikan, masing-masing mengklaim pada jalur ihdinassiratalmustakim, tapi memperolok yag lainnya, menuduh sesat dan mengibarkan bendera kebenaran versinya sendiri..


Saturday, 9 July 2011

IBUNDA, KENAPA ENGKAU MENANGIS


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman danlembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, danmengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.
Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada
bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan enjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan
jantung agar tak terkoyak?Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk

memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang

diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.
Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkanperasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".
Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup

Tuesday, 9 November 2010

Pappaseng (pesan)

Cuccung pene' ma'dendang
Duallete ka' soro
Taro macinna ka' canggoreng......
Puraniii.....
Depa....

Sesekali nyanyian dolanan anak itu terdengar,,,
dan sesekali pula diselingi oleh sebuah suara teguran;

Magai de'pa gaga lokka ma'gguru???
Maccule tuttu,, makawe'notu ujiang,,, 


14 tahun silam, suara teguran itu menghilang dari pendengaran, ketika yang kuasa lebih merindukan perjumpaan denganNya, sirine ambulans mengiris hati sanubari, menyayat kalbu diantara pegunungan dan jalan berkeloknya camba, hening...., begitu cepatnya persuaan itu berlalu,,,

Adakah makna yang tersisa....????

O mbe'.... O ndo'...
Agguruko,,,
Nasaba de'gaga wappammanareng
Sangadinna' sikola'''
Agguruko mbe'...
Agguruko ndo'...
Aja musisala-sala nasaba' warang parang..
Naiyatu waramparangE
Anu cappu,,,


IlaRRuhistafa Abii,,, AlFatihah,,,


Saturday, 30 October 2010

Ininnawa

Ala massea-sea mua
Tau naompori sessekale
Nasaba riwettu baiccu'na
De memeng na engka nagguru...
Riwettu baiccu' ta mitu wedding
Narekko battowa ni masussani
Nasaba maraja nawa-nawani
Enrengnge poletoni kuttue..

Minnya minya burelle
Burelle santang
Santang yege cilaga-laga
Oto' oto' no sanro
Matteppu teppu sala
Ikadinding malai...

Pua pua dede
Kudedeang ulu bale
Ulu bale massapia
Nanre laloi miong
Miong marikko ulaweng
Asera palipinna
Sepulo dua congki-congkinna
Cakkuru-kuru.....

Anakna ipaddoja
Minnau golla-golla
Nataro ri cekkongna
Nakatulung bere bere
Lari kajili jili
Natumpu tedong mpuleng...

Tegako pole sanggara
Poleka' ri pamuttue
Nange nange ri minnya'e
Massulappe ri labbu'e....

Wednesday, 29 September 2010

Primbon. Parimbolo' yarega pa'ga'gara'...

"Lafaleng Massulekkana Allah Taala ri fale' Ataukku.
Lafaleng Muhamma' ri fale Abioku.
Alefu ka' mu ba.
Abe'.
Saka' musifa'
Isinna Asennu Essummu
MonroE ri fonna Lilamu".

Bagaimana melogikakan konteks primbon ini?
Jika saat ini anda menggunakan modem net  dengan kecepatan akses biasa-biasa saja... maka dengan "SUGESTI primbon"  kecepatan akses anda bisa berkali-kali lipatnya.
Bagaimana meyakininya?
Seperti anda yakin ketika menyantap sea food, dan anda akan alergi terhadapnya, karena SUGESTI berlebihan yang telah anda pancarkan.
Bagaimana menggunakannya?
Yakin pada YANG MEMBERIKAN sugesti, jangan yakin pada kekuatan lafadsnya, karena jika itu terjadi anda akan mendekati kekufuran/kemusyrikan.
Apa fungsi lafads?
Lafads hanya untuk mengarahkan anda untuk bersugesti, maka bersugestilah sesuai lafads yang anda lebih pahami.

Sunday, 26 September 2010

Pepatah bugis, yang tak patah..

"riampimo tedong siratuE, tenriulle mampi tau seddiE"..

lebih gampang menjaga 100 ekor kerbau, daripada menjaga 1 orang manusia.

Postingan ini terinspirasi oleh nasehat spontan ; "putri sulung dari ibundaku tercinta";

Thursday, 23 September 2010

GELORA Umareta kara...part.2

Bagaimana kehidupan penduduk GELORA beberapa dekade silam??? part 2 ini akan terbahaskan.
Menyusuri memory otak yang masih tersimpan di hard disk bututnya pakar "La-Kacopre", terangkailah sebuah cerita kehidupan sebuah keluarga kecil sederhana. (*Menurut analisa La-Kacopre, Keluarga ini terpandang, disegani, panutan masyarakat...Wallahu alam bissawab)
Sebuah kediaman kecil (*untuk taraf kehidupan kota, kediaman ini = gubuk... tapi untuk taraf kehidupan kampung, kediaman ini masih layak dikatakan rumah) yang bagi penghuninya adalah sebuah istana bagi mereka.
Istana ini atau sebut saja rumah ini berdiri tepat dibelakang gawang lapangan bola sebelah timur. Rumah dengan tiang-tiang kayu bengkok pada tampak depannya, sedang pada tampak belakangnya adalah sebuah bedeng beratap rumbia, berlantai bilah-bilah bambu (* atap bakkaweng, lantai salimaa, hmm...klo gi bowbok..adem..ayem..tentremmm...pokok'e eunakk tenanngg....) di halaman belakang samping bedeng pula sebuah Pabrik pengolah gabah merk "taon doeloe" sesekali menyalak dengan kerasnya menggiling padi menjadi beras.......... Nah!!! dari Pabrik gabah inilah sepenggal cerita keluarga ini akan di ekspos..
Namanya aza pabrik merk "taon doeloe".. setiap menggiling padi maka alhasil "bennii, cabbu' dan awang"-nya juga banyak (***benni=beras hancur, cabbu=dedak, awang=sekam)
Karena pabrik ini adalah satu-satunya dikampung GELORA kala itu, maka wajar saja yang diolah juga banyak, limbahnya juga berlimpah.
Tapi pengolahan limbahnya hebat loh...
Benni : ditumbuk jadi tepung diolah jadi kue onde-onde dll,, kalau produksi benni berlebihan, kelebihannya jadi makanan anak ayam yang baru menetas.
Cabbu : dijadikan makanan ternak... (*dari cabbu inilah terlahir "pattungka pattungka iti' /gembala-gembala bebek, yang sedianya kini adalah sarjana-sarjana pendidikan mulai D3 hingga S3 insya Allah)
Awang : dibakar dipakai "maggoce" (maggoce= pop corn machine manual), setelah dingin dijadikan abu gosok. sekam mentah untuk lantai kandang bebek.
Yang ingin digaris bawahi penulis:
"Dari Pabrik merk taon doeloe terlahir pattungka iti' yang kelak jadi sarjana"
Bagaimana keseharian pattungka-pattungka iti' ini?
-Pagi-pagi mereka bangun, sebelum berangkat ke sekolah, memberikan makanan cabbu dan memanen telurnya, melepas dari kandangnya,
-Siang sepulang sekolah mencari lokasi bebeknya, jangan sampai masuk ke sawah orang memakan racun tikus yang dipasang pembajak.
-Sore sebelum magrib menghalau bebeknya ke kandang..(tiii tii tiii tiii teriaknya berulang *komunikasi bebek mode on), memberi makanan cabbu yang harus ditakar sebaik mungkin supaya esok hari hasil telur bebeknya meningkat.
-Malam dengan penerangan lampu strongkeng belajar, membuat PR
Tak ada waktu untuk menonton TV, maklum mereka memang tak punya televisi.. why?? kala itu listrik masuk desa belum ada, penduduk yang berTV memakai UPS dari ACCU.

.......... bla bla bla... hooammhh...cape' deh..kisah ini terlalu panjang,, untuk diuraikan....

akhir kata dari "La-Kacopre" buat mereka-mereka pattungka iti' :
"masih ingatkah kalian dengan kisah La jarung renni? kisah La-loppo rejje' dan La-ciru' uri? kisah nene pakande???" yang senantiasa mengakrabkanmu dengan saudara-saudaramu yang lain sebagai dongeng pengantar tidurmu????

Tuesday, 21 September 2010

GELORA Umareta kara...part.1

GELORA, adalah sebuah dusun kecil di sebuah desa letaknya di Desa Kading Kecamatan Awangpone Kabupaten Bone. Namanya mungkin kedengaran unik (*gehol bangedddtttss..ohoho)... yah, memang benar "Gelora itu nama dusun diambil dari antonim bahasa; Gelanggang Olah Raga), bahkan di dusun tetangganya pun ada yang bernama "dusun AWARU; Awangpone Wajah Baru).
Lantas siapa yang memberikan nama? bagaimana sejarahnya? dan bagaimana keadaannya kini?
Menurut riwayat kuno dari pakar budaya "La-Kacopre" (*La-kacupinna Anak Regel-Remaja Gelora)/*pitikanai mode on* : Gelora dan Awaru tercipta di masa Kerajaan-kerajaan di Nusantara dipersatukan ke dalam sebuah Negara yang bernama Indonesia atau dalam era Sumpah Pemuda, jadi wajar nama-namanya sungguh SumpahPemudais..
Gelora adalah kampung baru yang dibentuk kala itu, penduduknya adalah pendatang dari dari kampung-kampung lama sebelumnya (sebut saja : Kampung Larappi, Kampung Bulu, Kampung JampuE, Kampung Laleng Dare... (*Kampung dengan nama-nama kuno akan dibahas lebih lanjut jika ada kesempatan penulis)
Penduduknya rata-rata hidup sebagai petani padi,.. makanya di daerah ini gak perlu import beras..amaaannn...
Loh..Kok daerah mayoritas petani tapi nama kampungnya Gelanggang Olah Raga (Gelora)???.. Konon Saat itu hingga Orde Baru masyarakat di sini tekenal dengan semboyangnya "memasyarakatkan olah raga dan mengolahragakan masyarakat, di kampung inilah Sebuah Lapangan luas dikelilingi oleh rumah-rumah penduduk seolah-olah sebuah Mega Stadion sebanteran Saitama stadion di jepang.. benarkah?? usho kata orang jepang.. atau kalau di Indonesiakan seperti lapangan IKADA, namanya kan mirip GELORA BUNG KARNO..(*mabbelleo..).
Benarkah??? ya.. jika perbandingan pertumbuhan pembangunan kota jakarta dengan dusun gelora adalah 1 : 1 juta, maka dusun Gelora sungguh sangat megah kala itu.. iya khan??? tapi apa nasibnya kini??? perbandingan itu menyusut menjadi 1 : 1 Trilyun.. mengapa demikian?
Saat ini di kampung Gelora, pola pikir masyarakatnya berubah.. Stadion itu menjadi ajang penggembalaan sapi, tiang-tiang gawang lapangan bola rubuh, lapangan volly dan takraw entah kemana nasibnya..hiks..hiks...
Apa peneyebabnya???
Menurut analisa "la-kacopre", semua itu berkaitan langsung dengan dusun AWARU (makanya penulis mengangkat nama AWARU di awal tadi gitchu...!)
Ada apa dengan AWARU? Awangpone Wajah baru di sinilah dahulu kala berdiri Ibu Kota Kecamatan Awangpone, Kantor kecamatan pertama buatan Indonesia berdiri kokoh dan di depannya Lapangan/Stadion Tandingan terhampar luas, Fungsinya untuk Upacara-upacara yang berbau Nasionalisme.
Apa yang terjadi?? di Masa Orde Baru jugalah yang mengubah segalanya, Terjadinya Pemindahan Ibu Kota pertama dari Awangpone Timur (awaru) ke awangpone barat yang nun jauh di sana,,mengubah segalanya.. kantor kecamatan runtuh hancur lebur di kandung tanah, budi baik tak terkenang. lapangan upacara nasionalisme berubah fungsi jadi sawah.. nasib..nasib...
............bersambung.......