Saturday, 9 July 2011

IBUNDA, KENAPA ENGKAU MENANGIS


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”
Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?"Sang ayah menjawab, "Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan". Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.
Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.
Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan."Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"Dalam mimpinya, Tuhan menjawab,"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama.Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman danlembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, danmengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.
Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada
bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan enjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan
jantung agar tak terkoyak?Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk

memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau, seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang

diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.
Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkanperasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan".
Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup

Tuesday, 9 November 2010

Pappaseng (pesan)

Cuccung pene' ma'dendang
Duallete ka' soro
Taro macinna ka' canggoreng......
Puraniii.....
Depa....

Sesekali nyanyian dolanan anak itu terdengar,,,
dan sesekali pula diselingi oleh sebuah suara teguran;

Magai de'pa gaga lokka ma'gguru???
Maccule tuttu,, makawe'notu ujiang,,, 


14 tahun silam, suara teguran itu menghilang dari pendengaran, ketika yang kuasa lebih merindukan perjumpaan denganNya, sirine ambulans mengiris hati sanubari, menyayat kalbu diantara pegunungan dan jalan berkeloknya camba, hening...., begitu cepatnya persuaan itu berlalu,,,

Adakah makna yang tersisa....????

O mbe'.... O ndo'...
Agguruko,,,
Nasaba de'gaga wappammanareng
Sangadinna' sikola'''
Agguruko mbe'...
Agguruko ndo'...
Aja musisala-sala nasaba' warang parang..
Naiyatu waramparangE
Anu cappu,,,


IlaRRuhistafa Abii,,, AlFatihah,,,


Saturday, 30 October 2010

Ininnawa

Ala massea-sea mua
Tau naompori sessekale
Nasaba riwettu baiccu'na
De memeng na engka nagguru...
Riwettu baiccu' ta mitu wedding
Narekko battowa ni masussani
Nasaba maraja nawa-nawani
Enrengnge poletoni kuttue..

Minnya minya burelle
Burelle santang
Santang yege cilaga-laga
Oto' oto' no sanro
Matteppu teppu sala
Ikadinding malai...

Pua pua dede
Kudedeang ulu bale
Ulu bale massapia
Nanre laloi miong
Miong marikko ulaweng
Asera palipinna
Sepulo dua congki-congkinna
Cakkuru-kuru.....

Anakna ipaddoja
Minnau golla-golla
Nataro ri cekkongna
Nakatulung bere bere
Lari kajili jili
Natumpu tedong mpuleng...

Tegako pole sanggara
Poleka' ri pamuttue
Nange nange ri minnya'e
Massulappe ri labbu'e....

Wednesday, 29 September 2010

Primbon. Parimbolo' yarega pa'ga'gara'...

"Lafaleng Massulekkana Allah Taala ri fale' Ataukku.
Lafaleng Muhamma' ri fale Abioku.
Alefu ka' mu ba.
Abe'.
Saka' musifa'
Isinna Asennu Essummu
MonroE ri fonna Lilamu".

Bagaimana melogikakan konteks primbon ini?
Jika saat ini anda menggunakan modem net  dengan kecepatan akses biasa-biasa saja... maka dengan "SUGESTI primbon"  kecepatan akses anda bisa berkali-kali lipatnya.
Bagaimana meyakininya?
Seperti anda yakin ketika menyantap sea food, dan anda akan alergi terhadapnya, karena SUGESTI berlebihan yang telah anda pancarkan.
Bagaimana menggunakannya?
Yakin pada YANG MEMBERIKAN sugesti, jangan yakin pada kekuatan lafadsnya, karena jika itu terjadi anda akan mendekati kekufuran/kemusyrikan.
Apa fungsi lafads?
Lafads hanya untuk mengarahkan anda untuk bersugesti, maka bersugestilah sesuai lafads yang anda lebih pahami.

Sunday, 26 September 2010

Pepatah bugis, yang tak patah..

"riampimo tedong siratuE, tenriulle mampi tau seddiE"..

lebih gampang menjaga 100 ekor kerbau, daripada menjaga 1 orang manusia.

Postingan ini terinspirasi oleh nasehat spontan ; "putri sulung dari ibundaku tercinta";

Thursday, 23 September 2010

GELORA Umareta kara...part.2

Bagaimana kehidupan penduduk GELORA beberapa dekade silam??? part 2 ini akan terbahaskan.
Menyusuri memory otak yang masih tersimpan di hard disk bututnya pakar "La-Kacopre", terangkailah sebuah cerita kehidupan sebuah keluarga kecil sederhana. (*Menurut analisa La-Kacopre, Keluarga ini terpandang, disegani, panutan masyarakat...Wallahu alam bissawab)
Sebuah kediaman kecil (*untuk taraf kehidupan kota, kediaman ini = gubuk... tapi untuk taraf kehidupan kampung, kediaman ini masih layak dikatakan rumah) yang bagi penghuninya adalah sebuah istana bagi mereka.
Istana ini atau sebut saja rumah ini berdiri tepat dibelakang gawang lapangan bola sebelah timur. Rumah dengan tiang-tiang kayu bengkok pada tampak depannya, sedang pada tampak belakangnya adalah sebuah bedeng beratap rumbia, berlantai bilah-bilah bambu (* atap bakkaweng, lantai salimaa, hmm...klo gi bowbok..adem..ayem..tentremmm...pokok'e eunakk tenanngg....) di halaman belakang samping bedeng pula sebuah Pabrik pengolah gabah merk "taon doeloe" sesekali menyalak dengan kerasnya menggiling padi menjadi beras.......... Nah!!! dari Pabrik gabah inilah sepenggal cerita keluarga ini akan di ekspos..
Namanya aza pabrik merk "taon doeloe".. setiap menggiling padi maka alhasil "bennii, cabbu' dan awang"-nya juga banyak (***benni=beras hancur, cabbu=dedak, awang=sekam)
Karena pabrik ini adalah satu-satunya dikampung GELORA kala itu, maka wajar saja yang diolah juga banyak, limbahnya juga berlimpah.
Tapi pengolahan limbahnya hebat loh...
Benni : ditumbuk jadi tepung diolah jadi kue onde-onde dll,, kalau produksi benni berlebihan, kelebihannya jadi makanan anak ayam yang baru menetas.
Cabbu : dijadikan makanan ternak... (*dari cabbu inilah terlahir "pattungka pattungka iti' /gembala-gembala bebek, yang sedianya kini adalah sarjana-sarjana pendidikan mulai D3 hingga S3 insya Allah)
Awang : dibakar dipakai "maggoce" (maggoce= pop corn machine manual), setelah dingin dijadikan abu gosok. sekam mentah untuk lantai kandang bebek.
Yang ingin digaris bawahi penulis:
"Dari Pabrik merk taon doeloe terlahir pattungka iti' yang kelak jadi sarjana"
Bagaimana keseharian pattungka-pattungka iti' ini?
-Pagi-pagi mereka bangun, sebelum berangkat ke sekolah, memberikan makanan cabbu dan memanen telurnya, melepas dari kandangnya,
-Siang sepulang sekolah mencari lokasi bebeknya, jangan sampai masuk ke sawah orang memakan racun tikus yang dipasang pembajak.
-Sore sebelum magrib menghalau bebeknya ke kandang..(tiii tii tiii tiii teriaknya berulang *komunikasi bebek mode on), memberi makanan cabbu yang harus ditakar sebaik mungkin supaya esok hari hasil telur bebeknya meningkat.
-Malam dengan penerangan lampu strongkeng belajar, membuat PR
Tak ada waktu untuk menonton TV, maklum mereka memang tak punya televisi.. why?? kala itu listrik masuk desa belum ada, penduduk yang berTV memakai UPS dari ACCU.

.......... bla bla bla... hooammhh...cape' deh..kisah ini terlalu panjang,, untuk diuraikan....

akhir kata dari "La-Kacopre" buat mereka-mereka pattungka iti' :
"masih ingatkah kalian dengan kisah La jarung renni? kisah La-loppo rejje' dan La-ciru' uri? kisah nene pakande???" yang senantiasa mengakrabkanmu dengan saudara-saudaramu yang lain sebagai dongeng pengantar tidurmu????